Tuesday, 6 May 2014

PENGERTIAN DAN PENGARUH ADANYA HAK KEPEMILIKAN DAN BEBERAPA HAL YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN HAK KEPEMILIKAN DAN ADANYA PENGARUH TERHADAP NERACA KONSOLIDASI

Anggi Febiyanti A.S

49211022

3DA02


​Penggabungan usaha merupakan usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomi.


Faktor-faktor yang harus diperhitungkan di dalam memilih dasar yang akan dipakai untuk menentukan besarnya kontribusi

-Penggabungan perusahaan dengan mengeluarkan satu jenis modal saham

-Penggabungan perusahaan dengan mengeluarkan dua atau lebih jenis modal saham.


 

Hal yang Menyebabkan Perubahan Hak Kepemilikan dan Pengaruhnya Terhadap Neraca Konsolidasi

 1.Pembelian saham-saham perusahaan anak dilakukan lebih dari satu kali, akan tetapi hak kontrol diperoleh sejak saat pembelian saham tahap pertama.

2 Pembelian saham-saham perusahaan anak dilakukan lebih dari satu kali, dan hak kontrol diperoleh baru sesudah bebarapa tahap pembelian saham.

3.Pembelian dan penjualan kembali sebagian dari saham perusahaan anak, yang dimiliki oleh perusahaan induk.

4.Emisi saham dan penarikan kembali saham-saham perusahaan anak yang mempengaruhi hak pemilikan perusahaan induk.

5.Transaksi-transaksi saham yang ditarik dari peredaran (treasury stock) pada perusahaan anak.

 


Sampai dengan tanggal 31 Desember 2011 PT Citra memiliki sebanyak 400 lembar saham-saham PT Borneo, dengan perincian sebagai berikut :

Pada tanggal 1 Januari 2010, dibeli sebanyak 375 lembar @Rp 60.000 per lembar dan pada tanggal 1 Juli 2011, dibeli sebanyak 25 lembar @Rp 75.000 perlembar.

Sedang modal saham masing-masing perusahaan sampai dengan tanggal 31 Desember 2011 terdiri dari 500 lembar nominal @Rp 50.000 per lembar. Berikut ini data tentang saldo laba yang ditahan, laba (rugi) usaha serta deviden yang dibagikan sejak awal tahun 2010 sampai akhir tahun 2011 dari kedua perusahaan tersebut :

Perubahan-perubahan laba yang ditahan

PT Citra

PT Borneo

 

Laba yang ditahan, per 31 Desember 2009

Laba usaha, tahun 2010

Pembagian deviden, bulan Desember 2011

Laba usaha, tahun 2011

 

Rp 15.000.000

Rp 3.750.000

Rp 2.500.000

Rp 6.250.000

 

Rp 3.750.000

Rp 5.000.000

Rp 1.250.000

Rp 5.000.000

Pengaruh bertambahnya pemilikan saham dari semula 75% dari jumlah saham yang beredar menjadi 80% pada tanggal 1 juli 2011 dan perubahan–perubahan yang terjadi pada hak-hak para pemegang saham pada PT Borneo sejak pemilikan saham-sahamnya oleh PT Citra, terhadap saldo rekening Investasi Saham dari laba yang ditahan pada buku-buku PT Citra akan nampak seperti pada tabel yang berikut:

Keterangan

Metode harga perolehan

 

 

Investasi saham

Laba yang ditahan

 

31 Des 2009 : saldo

1 Jan 2010 : beli 375 saham @Rp 60.000

-

 

22.500.000

15.000.000

 

-

 

31 Des 2010 : Laba usaha

-       PT Citra, Rp 3.750.000

-       PT Borneo Rp. 5.000.000

22.500.000

-

-

15.000.000

3.750.000

-

 

1 Juli 2011 : beli 25 lembar saham @Rp.75.000

22.500.000

1.875.000

18.750.000

-

 

Des 2011 : pembagian deviden :

-       PT Citra Rp 2.500.000

-       PT Borneo Rp. 1.250.000

24.375.000

-

-

18.750.000

(2.500.000)

1.000.000

 

31 Des 2011 : laba usaha :

-       PT Citra Rp 6.250.000

-       PT Borneo Rp 5.000.000

24.375.000

-

-

17.250.000

6.250.000

-

 

31 Desember 2011, saldo

24.375.000

23.500.000

 


Metode harga perolehan (cost method)

Ametode harga perolehan dipakai pengaruh perubahan pemilikan saham tersebut di dalam pencatatan pada buku-buku PT Citra (perusahaan induk), adalah berupa kenaikan saldo rekening investasi sebesar harga perolehan 25 lembar pada tanggal 1 Juli 2011 dan hak atas deviden yang dibagikan oleh PT Borneo pada bulan Desember 2011. Akan tetapi apabila pada tanggal 31 Desember 2011 disusun neraca konsolidasi, maka eliminasi terhadap modal saham PT Borneo dilakukan sesuai dengan hak pemilikan saham pada tanggal tersebut. Sedang eliminasi saldo laba yang ditahan, masing-masing dipakai titik tolak dari saldo pada tanggal 1 Juli 2011 jika tidak diketahui secara pasti besarnya laba usaha untuk periode 1 Januari sampai dengan 30 Juni dipakai pendekatan rata-rata per tahun sebagai berikut:

Laba yang ditahan, 1 Januari 2011                                                       8.750.000

Ditambah :

Laba usaha, rata-rata per bulan-tahun 2011 :

(6/12 x Rp 5.000.000)                                                                          2.500.000

Laba yang ditahan, 1 Juli 2011                                                            11.250.000

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.